Kamu gak sendirian!

id Bahasa Indonesia

Plus Minus Pacaran bagi Remaja

Plus Minus Pacaran bagi Remaja

Di usia-usia remaja, di mana hormon seksual atau reproduksi lagi tinggi-tingginya, rasa suka atau tertarik dengan lawan jenis adalah nyata. Hal ini sangat normal dan hampir pasti terjadi pada tahap perkembangan remaja. Fenomena pacaran di kalangan remaja juga sudah bukan jadi hal yang tabu lagi. Mungkin kamu juga lagi bertanya-tanya, enaknya pacaran apa enggak, ya? Ganggu sekolah enggak, ya?

Sebelum memutuskan untuk berpacaran, baiknya pertimbangkan dulu plus minus pacaran berikut ini.

Dampak positif pacaran bagi remaja

Dengan catatan pacarannya adalah pacaran yang sehat, ditandai dengan komunikasi yang terbuka, saling mendukung dan percaya, dan relatif dekat usianya.

Belajar membangun konsep diri

Pacaran yang sehat bisa memberi wawasan tentang siapa kamu sebenarnya. Misalnya; apa yang kamu suka dan enggak, apa yang menarik buatmu, batasan-batasan apa yang kamu buat. Kamu jadi lebih mengenal siapa dan seperti apa karakter diri kamu. Ke depannya, ketika dewasa, hal ini akan memengaruhi dalam pilihan pasangan dan perilaku dalam hubungan.

Meningkatkan kemampuan interpersonal

Ketika pacaran, kamu akan belajar berkomunikasi, bernegosiasi, berkompromi, dan berempati. Tak hanya itu, kamu juga belajar memahami dan mendengarkan orang lain. Misalnya ketika kamu dan pasangan mencari jalan keluar untuk menemukan tempat kencan yang chill tapi enggak menguras kantong, atau mencoba memecahkan masalah pas lagi berantem. Keterampilan-keterampilan ini bakal bermanfaat banget saat kamu dewasa nanti, baik di lingkungan kerja maupun saat sudah berkeluarga.

Mendorongmu menjadi pribadi yang lebih baik

Pacaran sehat itu saling mendukung dalam kebaikan, bukannya malah jadi kacau barengan. Nah, hubungan yang baik itu akan saling memberi motivasi baik dalam hal belajar, menjaga kesehatan, mengejar cita-cita, ataupun bersikap. Misalnya, kalau kamu dapat pacar yang penyabar, tentu lambat laun kamu akan belajar menjadi seseorang yang penyabar juga. Bukankah kamu ingin menjadi versi yang lebih baik bagi pasanganmu?

Lebih bahagia dan mengurangi stres

Menyadari ada orang spesial yang selalu peduli dan perhatian tentu bikin hati senang. Pacaran yang sehat bikin kamu merasa lebih baik, sehingga tingkat stres juga berkurang. Setiap orang yang pacaran pasti pengennya bahagia, kan?

Dampak negatif pacaran bagi remaja

Jadi lebih sibuk daripada biasanya

Coba bayangin, ngurusin sekolah, PR, ujian, ekstrakurikuler, keluarga, atau pertemanan saja sudah lumayan menguras tenaga. Apalagi kalau mesti ngurusin pacar? Sudah pasti butuh ekstra waktu dan tenaga. Ya, meski ada yang bisa menyeimbangkan waktu antara sekolah dan pacaran, tapi kebanyakan sih keteteran. Hehe~

Pacaran bikin boros!

Coba hitung saja berapa ongkos yang harus kamu keluarkan buat kencan, apalagi mesti traktir makan. Yang harusnya menyisihkan uang saku buat ditabung, ini malah buat kencan. Enggak heran kalau pacaran itu bikin boncos uang jajan!

Risiko sakit hati

Pacarannya remaja enggak banyak yang bisa bertahan lama. Kamu juga harus siap-siap sakit hati kalau ternyata hubungan kalian kandas di tengah jalan. Padahal sakit hati karena putus cinta itu enggak enak rasanya, fisik dan mentalmu bisa kena. Ada yang saking kepikirannya terus malah jadi enggak doyan makan, prestasi menurun, dan sebagainya. Kan rugi juga.

Kehilangan teman

Saat pacaran, bisa jadi kamu akan lebih menghabiskan waktu bareng pacarmu ketimbang sama teman. Karena merasa dicuekin, teman-temanmu pun mulai menjauh. Kelak kalau ternyata kamu putus dan pengin balik ke tongkronganmu, belum tentu teman-temanmu ini merespon baik niatmu untuk kembali bergaul dengan mereka.

Terjadi perilaku menyimpang hingga kekerasan

Kalau pacarannya sudah nggak sehat, hati-hati jadi korban perilaku menyimpang apalagi kekerasan. Penyebabnya biasanya karena cemburu, posesif, atau temperamen si pelaku. Misalnya, kalau pacarmu sudah mengontrol cara berpakaian atau dengan siapa kamu boleh berteman, itu sudah termasuk kekerasan lo, cuma kadang dianggap sebagai bentuk perhatian. Duh, cinta buta.

Pacaran saat remaja itu enggak melulu bahagia bawaannya, pasti ada juga dampak buruknya, apalagi kalau kamu terjebak pacaran yang enggak sehat. So, pikir-pikir dulu lah ya kalau mau memutuskan untuk pacaran. Jangan sampai menyesal di tengah jalan.

Sumber:

https://hellosehat.com/mental/hubungan-harmonis/manfaat-pacaran-sehat/

https://howtoadult.com/interesting-facts-on-teen-love-9771238.html

https://oureverydaylife.com/positive-effects-dating-teenagers-17478.html

https://www.popmama.com/life/relationship/rachma-novianty/manfaat-pacaran-bagi-remaja/5

https://smiletutor.sg/dating-at-a-young-age-the-pros-and-cons-no-one-tells-you-about/

Bagikan Artikel Ini
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lain