Kamu gak sendirian!

id Bahasa Indonesia

Bahaya Konten Porno, Bikin Kecanduan hingga Merusak Masa Depan

Bahaya Konten Porno, Bikin Kecanduan hingga Merusak Masa Depan

Masa-masa pubertas memang banyak menimbulkan gejolak emosi dan psikologis yang sulit ditebak. Tak hanya jatuh cinta, lonjakan hormon di dalam tubuh juga memunculkan perasaan bosan, cemas, enggak nyaman, hingga rasa penasaran akan dorongan seksual yang membabi buta. Tak jarang, banyak remaja yang akhirnya mencari jawaban atas rasa keingintahuannya tersebut di dunia maya.

Konten porno jadi salah satu yang dikunjungi remaja untuk mencari hiburan dan kenyamanan atas perasaan dan dorongan seksual yang tidak menentu.

Apa itu konten porno?

Konten porno atau pornografi merupakan segala bentuk pertunjukan bisa berupa ilustrasi, animasi, percakapan, maupun gerak tubuh yang memuat perilaku seksual dan dapat menimbulkan gairah bagi yang melihatnya.

Media dengan konten seksual seperti ini secara alami akan dianggap menyenangkan oleh otak remaja yang masih berada dalam tahap perkembangan.

Kontrol diri remaja yang belum matang bikin rentan kecanduan pornografi

Perkembangan otak dan psikologis yang melonjak drastis saat masa pubertas ini enggak jarang bikin kamu kewalahan mengelolanya. Ujung-ujungnya, ketika rasa penasaranmu sudah mentok, menonton konten porno pun menjadi jalan pintasnya.

Awalnya saat melihat konten porno, biasanya akan timbul perasaan jijik, namun bakal ditenangkan oleh hormon dopamin yang memberi rasa senang sekaligus ketagihan. Nah, semakin banyak dopamin yang dikeluarkan, kamu akan semakin penasaran untuk melihat yang lebih vulgar, lagi, lagi, dan lagi.

Akibat terus dibanjiri dopamin, salah satu bagian otak yang penting akan semakin mengerut dan mengecil, lama-lama menjadi enggak aktif lagi. Ngeri~

Jadi kayak gini ciri-ciri orang yang kecanduan konten porno:

  • Sering merasa gugup ketika berkomunikaai dengan orang lain dan cemas rahasia pornografinya terbongkar. Akhirnya jadi kesulitan bersosialisasi, cepat tersinggung, dan gampang marah.
  • Senang menyendiri dan selalu mencari kesempatan untuk memenuhi hasrat. Paling sering sih di kamar.
  • Lebih posesif sama gadget yang kamu miliki dan khawatir kalau sampai dipinjam orang lain.
  • Menggunakan konten porno untuk melarikan diri dari rasa sedih, cemas,  insomnia, dan masalah lainnya.

Enggak cuma kecanduan, ini dampak buruk pornografi yang sangat merugikan

  • Kerusakan otak

Kecanduan pornografi lambat laun akan merusak salah satu bagian otak yang berperan sebagai pusat kepribadian. Akibatnya, kamu jadi sulit membedakan baik dan buruk, sulit mengambil keputusan, minderan, daya imajinasi menurun, dan kesulitan merencanakan masa depan.

  • Gangguan emosional

Dampak psikis yang terjadi ketika kecanduan pornografi antara lain perasaan cemas, mudah marah atau tersinggung, mudah lupa, dan sulit berkonsentrasi.

  • Penyimpangan perilaku seksual

Kamu yang kecanduan konten porno akan menganggap apa yang terjadi di film/konten porno tersebut lumrah terjadi di dunia nyata. Akhirnya berujung pada penyimpangan perilaku di luar norma dan agama seperti kelainan perilaku seksual dan seks bebas. Duh, amit-amit, deh!

  • Masa depan suram

Pecandu konten porno akan mengabaikan hal lain yang bermanfaat dan sibuk memuaskan rasa penasarannya. Akibatnya, kebiasaan untuk hidup teratur dan tertib perlahan memudar. Masa depan pun enggak lagi diperhatikan.

Pornografi ini musuh yang enggak kasat mata, tapi menimbulkan kerugian yang melebihi kecanduan narkoba. Kalau kamu penasaran, ceritakan kecemasanmu ini pada orang dewasa atau layanan kesehatan yang bisa dipercaya. Jangan lari ke konten porno yang awalnya menyenangkan tapi ujung-ujungnya menyesatkan. Kamu juga yang rugi, kan?

Sumber:

https://sardjito.co.id/2019/10/30/dampak-pornografi-bagi-kesehatan-pada-remaja-apakah-berbahaya/

https://ybkb.or.id/awas-bahaya-pornografi-dari-penasaran-jadi-kecanduan/

https://www.halodoc.com/artikel/karena-orangtua-anak-jadi-rentan-cari-konten-pornografi

https://ditsmp.kemdikbud.go.id/dampak-kecanduan-pornografi-bagi-anak/

Bagikan Artikel Ini
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lain